Saturday, 24 December 2011

Analogi Dakwah (by : Kang Yan ~FKDF Unpad~)



Beginilah analogi dakwah yang kita emban, terlihat sangat berat dan melelahkan. Namu lihat, jika kita mengembannya dengan sabar dan mengharap ridho Allah, maka beban tadi akan sangat menyenangkan dengan bumbu-bumbu yang yang menjadi pemandangan indah di sisi kiri-kanan dakwah kita :-)

Jika jalan ini kau yakini jalan yang lurus, janganlah dibuat berbelok-belok
Jika kau yakini jalan ini indah, janganlah dibuat terjal
Jika kau yakini jalan ini menuju Allah, maka bawa sertalah saudara-saudaramu...

Karena ukhuwah itu seperti buah Uthrujah, HARUM AROMANYA DAN MANIS RASANYA :)

Ibu (by : FKDF Unpad)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, belia berkata, "Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu.'" (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

video


IBU

Luasnya hamparan jerih lelah
Membesarkan anakmu yang penuh salah
Yang selalu kau buka celah
Pintu maaf untuk anakmu yang goyah

Ibu, kau tak pernah berdesah
Dalam kehidupan penuh gelisah
Kau sedih bila ku menyerah
Kau berdoa agar ku terarah

Walau kelak Surga mengarah
Selamanya hati tak 'kan berpisah
Cinta ada di setiap langkah
Kasih mengalir di dalam darah

Ibu, kau matahari yang bersinar cerah
Membuat hari-hariku terasa indah
Menuntunku agar tak salah melangkah
Menjagaku hingga tiba di tanah

Sebuah puisi dari anakmu terkasih
Dari sungai kehidupan cinta kasih
Bermuara di lautan terima kasih
Untuk pengorbanan Ibunda terkasih

Friday, 9 December 2011

Untitled (Copy-Paste dari Notes Orang-orang)

Orang bilang anakku seorang aktivis. Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana. Orang bilang anakku seorang aktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat. Orang bilang anakku seorang aktivis. Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukkanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak, tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku, kita memang berada disatu atap nak, di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini dimanakah rumahmu nak? Ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut. Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu. Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu. Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak, tapi bukankah aku ini ibumu? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu. Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?

Anakku, Ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan. Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak? Bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku, Ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini, ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya, disana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana. Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, dimana profesionalitasmu untuk ibu? Dimana profesionalitasmu untuk keluarga? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat?

Ah ,waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kaka dan adik. Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik. Dan hingga saat itu datang, jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan. Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan. Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.

Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus, untuk mereka sang penopang semangat juang ini. Saksikanlah, bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan. Karena tanpa ridhamu, Mustahil kuperoleh ridhaNya..."

Thursday, 10 November 2011

Bilqis 2: Jalan Cinta Para Pejuang (by : Salim A. Fillah)



“Ya Rasulullah,” Kata ‘Umar perlahan,
“Aku mencintaimu seperti kucintai diriku sendiri.”
Beliau Salallahu’alaihi wa sallam tersenyum.
“Tidak wahai ‘Umar. Engkau harus mencintaiku melebihi cintamu pada diri dan keluargamu.”
“Ya Rasulullah”, kata ‘Umar, “Mulai saat ini engkau lebih kucintai daripada apapun di dunia ini,”
“Nah, begitulah wahai ‘Umar.”
selalu tersenyum-senyum sendiri jika membaca petikan percakapan ini, kenapa?…

ya karena ‘Umar yang terkenal akan perawakannya yang besar, pembawaannya yang kokoh dan tegap, karakternya yang keras, begitu dengan mudahnya menggeser pilihan-pilihan tentang siapa yang seharusnya mendominasi cintanya. Bagaimana ‘Umar menyederhanakan kerja cintanya begitu luar biasa.

“Karena ‘Umar memahami-” tulis Salim A fillah “-Cinta adalah kata kerja-adalah persoalan berusaha untuk mencintai. bahwa cinta bukanlah gejolak hati yang datang sendiri melihat paras ayu atau jenggot rapi. Bahwa, sebagaimana cinta kepada Allah yang tak serta merta mengisi hati kita, setiap cinta memang harus diupayakan. Dengan kerja, dengan pengorbanan, dengan air mata, dan bahkan darah.”

Bisa dikatakan, buku ini begitu Extraordinary. Dengan menampilkan kisah-kisah apik para sahabat dan keluarga Rasulullah Salallahu’alaihi wa sallam, para pembaca akan dengan mudah memahami makna cinta sejati dan sejatinya cinta yang harus diusahakan. Menariknya, fakta bahwa generasi terbaik itu adalah generasi para sahabat, tidaklah serta merta memberikan vonis kepada kita, manusia yang terpisah beribu abad lamanya dari mereka, untuk mustahil meniru dan belajar dari sejarah yang merekam dengan baik bahwa mereka selalu mengupayakan keputusan-keputusan untuk mencintai Tuhannya melebihi diri mereka sendiri-dan dengan cara yang manusiawi tentunya. Bahkan mereka bukanlah manusia-manusia sempurna yang bersih dari kesalahan.

“Suatu Ketika,” demikian ‘Abdullah ‘Ibnu ‘Abbas berkisah, “Seorang wanita sholat dibelakang Rasulullah Salallahu’alaihi wa sallam.” Dia seorang wanita yang sangat cantik, secantik-cantik wanita. “Demi Allah,” kata ‘Ibnu ‘Abbas bersaksi, “Aku belum pernah melihat wanita secantik dia.” Wanita itu langganan menempati shaff terdepan dibarisan para wanita.
Keberadaan sang wanita membelah sikap para sahabat dalam shalat berjama’ah. Sebagian berupaya keras untuk datang lebih awal dan mengambil tempat di shaff terdepan agar jangan sampai melihatnya. Agar tak sempat tergoda. Tetapi ada juga sebagian yang melambatkan kehadirannya. Mengakhirkan diri agar mendapatkan shaff terbelakang dibarisan lelaki, agar curi-curi pandang bisa leluasa dilakukan. Ketika ruku’ mereka merenggangkan kedua tangan, menyeksamai kecantikannya melalui celah ketiak mereka.

Para sahabat yang mulia tidaklah serta merta menjadi malaikat yang senantiasa bersih dari kesalahan dan terjamin dari dosa. Adalah mereka dengan sifat kemanusiaannya tetap saja dapat tergoda oleh lukisan cahaya berpendar kecantikan yang memesona yang terukir pada sosok wanita yang suatu kali hadir melengkapi shalat jama’ah bersama Rasulullah.
Namun, kesejatian iman mereka begitu unik dan kokoh, keagungan mereka dengan jelasnya terlukiskan ketika mereka begitu ridho dengan teguran penuh kasih sayang yang Allah turunkan setelah peristiwa itu.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu diantara kalian. Dan sungguh Kami mengetahui pula orang-orang yang mengakhirkan diri” Qs. Al Hijr: 24

Bukan hardikan maupun kecaman yang Allah berikan kepada mereka yang membuat kesalahan. Bahwa mereka, para sahabat, adalah manusia yang memiliki fithrah dalam ketertarikannya pada wanita itu merupakan suatu fakta yang Allah sungguh sangat memahaminya. Inilah generasi, yang Allah mencintai mereka, dan merekapun mencintai Allah.

Bagaimana mengupayakan cinta seperti itu? Bisa dipelajari lebih lanjut dalam salah satu karya terbaik Salim A. Fillah ini.
Jalan Cinta Para Pejuang..



BILQIS 2, bersama Ustadz Salim A. Fillah (membedah buku “Jalan CInta Para Pejuang) on November 26th 2011 @PSBJ UNPAD. Be there :)

Saturday, 29 October 2011

BILQIS 2 "Ketika Cinta Harus Memilih"

Galau karena belum punya pasangan?
Sering merasa jenuh dengan rutinitas?
Ingin menggali inner charm?
Temukan jawabannya disini...


Pharmacy Muslim Family
BEM Kema Farmasi UNIVERSITAS PADJADJARAN presents



BILQIS 2 -Ketika Cinta Harus Memilih-

1. Bedah Buku : Jalan Cinta Para Pejuang by Ustadz Salim A Fillah

2. Seminar Kesehatan : Hormones, Love and Emotions in Medical Perspective by dr. Tauhid

3. Talkshow Kemuslimahan : Ketika CInta Harus Memilih by INNEKE KOESHERAWATY, Tony Raharjo, dan Melly Raharjo

4. Beauty Demo Make Up by WARDAH

5. Lomba Kreasi Jilbab Syar'i

Sabtu, 26 November 2011
@ PSBJ UNPAD jatinangor

HTM Gel. 1 : Rp. 50.000
include ; voucher kosmetik wardah senilai Rp. 30.000 (bisa langsung ditukar dengan produk kosmetik), goody bag Wardah, seminar kit, snack, lunch, certificate.
Ayo buruan daftar, tempat terbatas..

Info lebih lanjut, Hub. Widya Norma Insani 085314192920 / 27da28c5, Iqbal Sujida Ramadhan 085624096527 / 21E094E8

Ketentuan Lomba Kreasi Jilbab Syar’i

1.Peserta mengirimkan foto hasil kreasi jilbab via email, dengan menyertakan biodata peserta:

Nama :
Umur :
Alamat :
No Telp/Hp :
Pekerjaan :
Instansi :
Dikirim ke: lanihashina@gmail.com paling lambat tanggal 14 November 2011 pukul 22.00 WIB

2. Foto yang dikirimkan akan melewati proses seleksi untuk diambil 10 kreasi terbaik

3. 10 finalis yang terpilih akan melalui proses penjurian selanjutnya yaitu pada saat acara Bilqis 2 pada tanggal 26 November 2011. Para finalis harus mendemonstrasikan hasil kreasinya di depan para juri.

4. Pada saat final para finalis menyediakan peralatan dan bahan sendiri.

5. Kriteria penilaian:
• Kesesuaian dengan syari’ah
• Keindahan dan keserasian jilbab
• Kerapian dan kebersihan
• Orisinalitas

6. Pemenang I, II, dan III lomba kreasi jilbab syar’i akan mendapatkan uang pembinaan

7. Biaya pendaftaran: Rp 15.000,- ./orang
*Untuk pembayaran uang pendaftaran dapat menghubungi cp

Cp: Lani Hashina (081220005865)

Wednesday, 26 October 2011

Akankah kita menjadi satu diantaranya ? (by : Fadhila Nurfajrina)

SEORANG TEMAN YANG BAIK MENGIRIMKU...

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan
seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di
surga. Kami berjalan memasuki suatu
ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang
mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan
berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan.
Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah
diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku
dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak
malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang
tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui
koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang
kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan
Pengiriman.
Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia
diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih
hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja
itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras
karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan
dan sedang dipaketkan untuk dikirim
ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai
pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan
berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat
kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu
malaikat yang
duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini
adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku
pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada
pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "
Setelah manusia meneria rahmat yang mereka minta,
sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan
terima kasih".

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih
atas rahmat Tuhan?", tanyaku.

"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup
berkata,'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih,
Tuhan' ".

"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri",
tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai
makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu,
atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka
engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia
ini.

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan
uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8%
kesejahteraan dunia.

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu,
engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki
kesempatan itu.

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih
banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih
dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini
yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan
dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan
penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat....
Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang
di dunia".
"Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan
religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan,
penangkapan,penyiksaan, atau kematian ...
maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar
orang di dunia.

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada
dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang
yang sangat jarang.

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,
maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau
unik dibandingkan semua mereka yang berada
dalam keraguan dan keputusasaan.

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka
engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang
yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau
orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau
lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di
dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang
telah Allah anugerahkan...

 

blogger templates | Make Money Online