Sunday, 12 October 2014

Sekuel Monolog Rasa #1



Bumi Allah, 17 Dzulhijjah 1435 H

"Hai pangeran, datengnya jangan lama-lama yaa..."

Lagi-lagi kalimat ini, kembali menghangatkan tubuhku yang mulai dilanda kedinginan oleh udara malam ini.
Aku kembali didera rindu, tapi aku cukup tenang, tidak sekalang-kabut seperti dahulu.

Karena sekarang, aku sudah pandai meredam gejolak-gejolak rasa ini.

Ah masa? Kamu bohong!
Kulihat letupan-letupan rasa itu masih saja ada, walaupun tak sepanas gejolaknya.

Kudengar gemuruh rasa itu terus menderu, bahkan bising sekali hasil teriakannya.
Kamu belum sepenuhnya, mengendalikan perasaan itu.
Aku tahu kok, jujur saja.


Ya wajar saja, semua ini karena ulahmu, kamu yang telah membuatku jatuh dan membuatku cinta pula.
Kamu yang memulai, namun biarlah aku yang mengakhiri.
Namun sebelum aku mengakhiri, izinkan aku untuk meminta satu hal padamu.

Ingatkan aku untuk selalu berpaling pada-Nya, ketika aku mulai memikirkan wajahmu dan menatap kedua matamu.
Bisakah kamu penuhi?



Pria sederhana yang teramat jauh dari sempurna,





Iqbal Sujida Ramadhan

No comments:

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online